Wednesday, May 17, 2017

Short Escape : Bandung

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” – Pidi Baiq

Bandung adalah kota yang aku impikan sejak menduduki bangku SMP. Don’t ask me why, karena aku juga enggak tahu kenapa rasanya dahulu begitu mencintai Bandung, ingin sekali bisa berkunjung atau bahkan tinggal sementara di sana—padahal belum pernah menjejakkan kaki. Keinginan itu sempat terlupakan saat mendapat kesempatan merantau di Kota Pelajar—yang sesungguhnya tidak kalah magis dari Bandung. Setelah sempat terkubur, keinginan yang tersimpan rapi itupun perlahan muncul kembali setelah mendengar cerita-cerita dari teman akan Bandung, mengingatkan akan keinginan lawas itu.

Pokoknya harus bisa jalan ke Bandung sebelum KKN!
 
Sesederhana itu untuk memaksa diri memulai perjalanan ini.

Dan akhirnya, hari Kamis, 11 Mei 2017 menjadi awal cerita dari pengalaman baru sekaligus pencapaian keinginan yang terpendam lama. Jalan-jalan ke Bandung, untuk pertama kalinya. Pergi travelling ke luar kota, untuk pertama kalinya. Dan travelling sendirian—literally sendirian, untuk pertama kalinya. Berbekal tiket kereta api pulang pergi Kahuripan, Lempuyangan – Kiaracondong, reservasi hostel di daerah Riau, dan itinerary seadanya untuk perjalanan dua hari semalam serta how to get there dan harga tiket destinasi wisata... perjalanan pun dimulai.